Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Lapuko, Nurbaya, S.E.,M.T., melakukan kunjungan ke jetty atau Pelabuhan Terminal Khusus milik PT Gema Kreasi Perdana (GKP), Sabtu (28/9/2024).
Kunjungan tersebut merupakan kunjungan perkenalan dan silaturahim, setelah dirinya diangkat dan dilantik menjadi Kepala UPP Kelas III Lapuko, pada 19 Agustus 2024 lalu.
Kunjungan Kepala UPP Kelas III Lapuko bersama rombongan tersebut, diterima oleh General Manager (GM) Eksternal Relation PT GKP, Bambang Murtiyoso dan Kepala Teknik Tambang (KTT), Aep Khaeruddin.
Kunjungan tersebut sekaligus juga untuk melihat dan memastikan kegiatan bongkar muat dan pengangkutan mineral yang dilakukan oleh PT GKP sudah memenuhi standar keselamatan dan semua ketentuan perizinan pengoperasional untuk terminal khusus.
“Ini adalah kunjungan perdana sekaligus silaturrahim. Bersamaan hari ini juga kami melakukan kunjungan ke Pelabuhan Munse. Selain ketentuan terkait kewajiban perizinan lengkap, kami juga ingin memastikan bahwa kegiatan operasional di pelabuhan milik perusahaan ini memenuhi standar keselamatan kerja,” jelas dia di sela kunjungan.
Bambang Murtiyoso, GM Eksternal Relation PT GKP menegaskan bahwa PT GKP merupakan perusahaan yang taat hukum.
Sehingga semua ketentuan dalam kegiatan yang dilakukan oleh PT GKP, sudah memenuhi dan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan pemerintah, termasuk juga kegiatan pengapalan yang dilakukan oleh PT GKP.
“Alhamdulillah, semua perizinan terkait kegiatan di jetty atau terminal khusus milik PT GKP sudah lengkap. Demikian juga dengan standar operasional keselamatan kerja di area terminal khusus sudah terpenuhi,” demikian jelas dia.
Sumber: Metro Kendari
PT Gema Kreasi Perdana (GKP) menyerahkan bantuan biskuit dan susu untuk program Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Bantuan PMT tersebut diberikan melalui UPTD Puskesmas Roko-Roko. Rabu, 25 September 2024.
Pemberian bantuan PMT tersebut sebagai bentuk sinergi antara PT GKP dan Dinas Kesehatan melalui UPTD Puskesmas Roko-Roko.
“Bantuan PMT disalurkan melalui Puskesmas, agar tidak berbenturan dengan program pemerintah,” demikian disampaikan Dea Prabowo, selaku tim CSR PT GKP.
Lebih lanjut Dea mengatakan, meski sebelumnya kegiatan PMT dilakukan sendiri oleh PT GKP, tetapi Kerjasama dan koordinasi dengan pihak Puskesmas selalu dilakukan. Kerjasama tersebut dilakukan untuk menyesuaikan jadwal Posyandu di sebuah desa.
“Sebelumnya, kegiatan PMT kami lakukan bersamaan dengan kegiatan posyandu di desa untuk bisa ikut serta dalam kegiatan posyandu, perlu ada kerjasama dengan puskesmas.
“Jadi, sinergi dengan Puskesmas baik Puskesmas Roko-Roko maupun Puskesmas Polara sudah sering dilakukan,” terang Dea.
Dalam kesempatan itu, Hermawan Aji Susanto selaku penangung jawab Program Gizi UPTD Puskesmas Roko-Roko mengatakan, pemberian makanan tambahan atau PMT sudah menjadi bagian dari program pemerintah Kabupaten Konawe Kepulauan.
“Untuk program PMT, kami mengkombinasikan antara PMT lokal dan pemberian suplemen tambahan seperti susu dan biskuit,” jelas Hermawan.
Lebih lanjut dia mengatakan, PMT lokal yang dimaksud yakni meminta kepada kader posyandu untuk memasak masakan dengan standar gizi yang seimbang dengan mengoptimalkan potensi makanan lokal yang ada.
“Kami berterima kasih atas bantuan makanan tambahan yang diberikan oleh PT. GKP ini. Semoga melalui Kerjasama dan bantuan PMT seperti ini, harapan untuk mengatasi angka stunting di Konkep bisa berjalan dengan baik,” pungkas Hermawan.
Sumber: Sorot Sultra