Upaya PT Gema Kreasi Perdana (GKP) membangun perekonomian daerah terus dilakukan dengan memberdayakan pemuda di Pulau Wawonii, Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep), Sulawesi Tenggara (Sultra).
Hal tersebut sebagai bukti dan komitmen PT GKP ingin memberikan kontribusi yang positif untuk mewujudkan Wawonii menjadi daerah yang maju dan berkembang.
Di hari peringatan Sumpah Pemuda ini, juga menjadi momen penting bangi PT GKP untuk merefleksikan perjalanan panjangnya dalam membangun daerah di Wawonii.
Selama beberapa tahun terakhir, PT GKP melalui Departemen External Relations, telah meluncurkan sejumlah inisiatif program yang mendukung peningkatan keterampilan teknis, kewirausahaan, dan pemberdayaan ekonomi.
Program ini dirancang untuk memudahkan para pemuda beradaptasi dengan kebutuhan industri, sekaligus membuka peluang bagi mereka di sektor lain.
“Pemuda adalah pilar utama pembangunan berkelanjutan. PT GKP percaya, bahwa dengan memberikan kesempatan dan fasilitas yang tepat, pemuda-pemudi di sini dapat menjadi lokomotif yang membawa kemajuan bagi bangsa dan negara, khususnya kampung halaman mereka sendiri di Pulau Wawonii,” ujar Supervisor Community Development PT GKP, Frans Da Lopez.
Frans menambahkan, bahwa PT GKP secara rutin memberikan dukungan, baik secara materiil maupun tenaga ke banyak kegiatan kepemudaan di desa-desa lingkar tambang pada hari besar nasional.
Seperti momentum perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Roko-Roko Raya, Mosolo Raya, dan Polara Raya. Lalu, perayaan bazar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Roko-Roko Raya ketika Bulan Ramadan. Hingga kegiatan Haji Cup untuk para pemuda di Desa Nambo Jaya dan Sainoa Indah.
Selain itu, PT GKP juga melakukan pelatihan vokasi bagi para pemuda Wawonii agar mereka memiliki keterampilan teknis yang dibutuhkan di sektor pertambangan, seperti pelatihan dasar alat berat ekskavator.
“Kami melihat potensi besar di kalangan pemuda-pemudi di sini. Kami yakin mereka akan menjadi pemimpin masa depan yang berintegritas, kompeten , dan kompetitif di segala sektor. Jadi, kelak mereka tidak terpaku berkarir pada aspek pertambangan saja,” lanjut Frans.
Inisiatif program-program kepemudaan ini mendapat respon positif oleh para generasi muda yang ada di Pulau Wawonii. Salah satunya adalah Sopian, pemuda asal Desa Polara Raya ini, menyampaikan rasa syukurnya atas kontribusi PT GKP terhadap pengembangan generasi muda Pulau Wawonii.
“Hadirnya tambang di Konkep ini membuat para pemuda di sini bersemangat dan bergairah karena sangat membantu dari sisi peningkatan ekonomi dan pengembangan diri. Seringnya diadakan kegiatan kepemudaan di desa ini memberikan dampak positif bagi masyarakat umum, salah satunya yang paling terasa adalah berkurangnya angka kriminalitas,” kata Sopian.
Sumber: Metro Kendari
PT Gema Kreasi Perdana berhasil masuk nominasi proper calon kandidat hijau terkait pengelolaan lingkungan hidup di Pulau Wawonii, Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep). Perolehan tersebut tertuang dalam SK Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan SK 156 tahun 2024.
Diketahui dari 4495 peserta yang mewakili Sulawesi Tenggara (Sultra), 75 perusahaan diantaranya terdapat 29 usaha pertambangan mineral logam. Dari 29 tersebut, 3 perusahaan masuk kategori Calon Kandidat Hijau, yang mana salah satunya yaitu PT Gema Kreasi Perdana.
Pencapaian tersebut sebagai bukti bahwa PT GKP telah benar-benar menjalankan tanggung jawabnya dan komitmen dalam menjaga dan melestarikan lingkungan di Wawonii. Predikat dan keberhasilan tersebut mendapat apresiasi dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Konkep, Muhammad Rustam Arifin.
“Selamat atas pencapaian PT GKP terhadap peringkat Proper Calon Kandidat Hijau dalam program penilaian kinerja pengelolaan lingkungan hidup yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI (KLHK),” ujar Rustam saat dihubungi awak media, Senin (14/10/2024).
Lebih lanjut Rustam mengungkapkan, pencapaian yang diperoleh PT GKP dalam Proper Calon Kandidat Hijau merupakan bukti bahwa perusahaan tersebut dinilai komitmen dan patuh terhadap aturan soal lingkungan. Dia menyebut, pencapaian yang diperoleh PT GKP dalam Proper Calon Kandidat Hijau tidak terlepas dari pembinaan dan pengawasan DLH Kabupaten Konkep.
“Ini adalah bukti nyata bila PT GKP sangat taat dalam kinerja lingkungan dan sangat mematuhi kaidah lingkungan sebagaimana ditetapkan,” ungkapnya.
Sumber: Metro Kendari
Menanggapi beredarnya informasi terkait putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor Perkara 403 K/TUN/TF/2024. PT Gema Kreasi Perdana (GKP) minta semua pihak untuk menahan diri dan tidak mengambil kesimpulan terlalu dini. Ahad (13/10).
“Menanggapi informasi tersebut, kami harap semua pihak dapat sepenuhnya menghormati dan menghargai proses hukum yang sedang berjalan. Mari kita semua menjaga kondusifitas Pulau Wawonii agar tetap tentram, aman dan damai,” pinta Manager External Relations PT GKP, Made Fitriansyah.
Lebih lanjut Made menjelaskan, bahwa pihak perusahaan hingga saat ini masih menunggu salinan putusan resmi dari MA, untuk kemudian akan dipelajari lebih lanjut.
“Hal ini kemudian menjadi landasan kami dalam menjalankan semua prosedur hukum dengan penuh tanggung jawab, sebagaimana komitmen kami terhadap kepatuhan hukum,” terangnya.
PT GKP Penuhi Kewajiban Regulasi
Terpisah, Koordinator Humas PT GKP, Marlion, S.H menegaskan, jika PT GKP merupakan perusahaan yang sangat taat dan menjunjung tinggi supremasi hukum di Indonesia. Selain menghargai proses hukum yang sedang berjalan, PT GKP juga selalu memenuhi kewajiban regulasi dan kontribusi dari sektor pertambangan dan kehutanan.
“Perusahaan ini berturut-turut mendapatkan predikat pembayar terbaik dalam kategori tertib bayar PNBP dan PSDH-DR oleh BPKH Sulawesi Tenggara dan BPHP Makassar. Kewajiban lainnya yang tidak kalah penting dalam memenuhi salah satu prasyarat perizinan kehutanan, yakni melakukan Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) yang kini tengah berjalan. Hingga saat ini, mencakup area yang ditanami lebih kurang 743 Ha di Pulau Wawonii,” jelasnya.
Lebih lanjut pria yang juga berprofesi praktisi hukum ini mengatakan, sejak kehadiran PT GKP di Pulau Wawonii, sudah banyak memberikan manfaat bagi masyarakat sekitarnya, mulai dari penyerapan tenaga kerja lokal sampai pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitarnya yang sangat hidup dan berkembang, serta pembangunan infrastruktur dalam berbagai program CSR PT GKP yang terus bergulir memperhatikan kebutuhan masyarakat dan daerah setempat.
“Dari sisi tenaga kerja, PT GKP memprioritaskan tenaga kerja lokal. Saat ini, kurang lebih 80 persen tenaga kerja berasal dari masyarakat Pulau Wawonii,” imbuh Marlion.
Sumber: Sorot Sultra
PT Gema Kreasi Perdana (GKP) memberikan bantuan perbaikan jembatan usaha tani di Desa Dompo-Dompo Jaya, Konawe Kepulauan (Konkep). Bantuan tersebut diharapkan memudahkan para petani menuju kebun serta mengangkut hasil pertanian mereka.
“Terima kasih kami sampaikan kepada PT GKP atas bantuan ini, sehingga lebih memudahkan aktivitas petani untuk menuju kebun mereka,” kata Sekretaris Desa Dompo-Dompo Jaya, Gafrudin, Jumat (11/10).
Dia mengatakan, jembatan tani tersebut akan dibuat secara permanen. Sebelumnya, jembatan yang menjadi akses utama warga Dompo-Dompo dan sekitarnya itu hanya dibangun menggunakan papan atau kayu, sehingga seringkali rusak atau lapuk terkena hujan.
“Mudah-mudahan dengan jembatan permanen ii tidak ada lagi masalah terutama saat musim hujan dan aktivitas warga ke kebun semakin lancar,” harap dia.
Selain sebagai jalan utama menuju kebun, jembatan usaha tani ini juga merupakan akses bagi warga menuju tempat pemandian benua.
“Kalau hari libur atau hari besar seperti hari raya dan tahun baru, jalan ini menjadi lokasi warga menuju tempat pemandian,” tambahnya
Maanjer Eksternal Relation PT GKP, Made Fitriansyah mengungkapkan bantuan jembatan usaha tani ini merupakan sinergi antara perusahaan dan pemerintah desa, sekaligus bukti komitmen perusahaan terhadap kondisi di sekitar area operasi.
Selain itu, bantuan pembangunan merupakan salah satu dari delapan pilar PT CSR PT GKP, yakni pembangunan infrastruktur.
“Bantuan pembangunan infrastruktur jembatan jalan tani ini merupakan salah satu pilar CSR. Selain itu ada kemandirian ekonomi, pendidikan, lingkungan, sosial budaya, kelembagaan masyarakat dan tingkat pendapatan riil,” kata Made.
Selain memberikan bantuan, karyawan juga ikut serta bersama masyarakat dalam kegiatan kerja bakti pembangunan jembatan usaha tani tersebut.
“Itu merupakan bagian dari partisipasi aktif karyawan, bukan hanya bantuan dana saja, tetapi juga ikut serta bersama masyarakat membangun infrastruktur desa,” jelasnya.
Tokoh pemuda Roko-Roko Raya, Marlion mengungkapkan, sejak kehadiran PT GKP di Wawonii, khususnya di Roko-Roko Raya, sudah banyak memberikan kontribusi kepada masyarakat. Selain jembatan tani ini, PT GKP juga ketika awal hadir sudah membangun menara BTS sehingga jaringan telekomunikasi di Roko-Roko Raya dan sekitarnya bagus dan bisa dimanfaatkan oleh semua orang.
Sumber: Sultranesia